HUDZNUZON DAN ISTIQOMAH DALAM TAUBAT

>> Monday, October 5, 2009

Oleh : Yusuf Mansyur

Karena Kemurahan Allah lah kita-kita yang berlumuran dosa ini masih panjang umur, dan "cuma" mendapatakn bala yang skrng dirasa. Kalau tidak, kita dihabisi-Nya. Namun lihat, di balik smua kesusahan yang terasa, Allah masih mngucurkan Karunia-Nya. Allah saja bersabar dalam melihat hamba-hambaNya yang bermaksiat dan menanti hamba-Nya bertaubat. Maka seyogyanya kita juga demikian. Perbesar husnudzdzan sama Allah, dan tetap istiqamah dalam taubatan nasuha.

Sebagai gambaran ya:


- Bila kita kena dosa syirik, harusnya tidak terampuni. Kita langsung di-cut oleh Allah dari dunia, dan dilempar keluar untuk kita dipersilahkan Allah mencari perlindungan dari tuhan yang kita jadikan tuhan selain Allah.

- Jika kita meninggalkan 1 sholat shubuh saja, maka kita ditaroh di neraka selama 68 tahun yang perhitungan 1 hari nya minim-minim 1000 tahun di dunia. Wuih. Dan itu masih ditambah sederet mampir-mapir di neraka saqor, neraka yang penuh dengan ular. Di alam kuburnya, masih ditambah ketemu dengan ular syuja-ul aqro, ular dengan 16 kepala. Rasul bersabda, kepala-kepala itu ular di dunia, berwujud hutang yang tidak terbayar, penyakit yang tidak kunjung sembuh, keberkahan yang dicabut, dan masih banyak lagi rupanya itu ular.

- Jika kita durhaka sama orang tua, maka Allah tidak ridho. Sedang kita bisa mengerjakan sesuatu, berhasil di urusan sesuatu, sakses di urusan sesuatu, sebab ridho-Nya. Termasuk ketika berusaha menyelesaikan urusan-urusan, kalo ga ada ridho-Nya, ga akan beres. Maka ketika kita durhaka, keridhaan itu dicabut, mati langkah lah kita.

- Jika kita pezina yang masih bujang, 40 tahun susahnya. dan tidak disebut berzina, kecuali kemaluan lelaki masuk di kemaluan perempuan (maaf). Dan sayangnya pezina-pezina itu selalu melakukan koitus berkali-kali. Artinya, berkali-kali masuk-cabut-masuk (sekali lagi maaf). Sehingga tidak disebut zina, sekali jalan puas. Melainkan ia berkali-kali, hingga kemudian terpuaskan. Sekali zina, bisa berkali-kali ukuran fiqih senggamanya. Artinya apa? Jika 2-3x saja perlu keluar masuk, maka sdh 80-120 tahun susahnya. dan itu sama saja dengan seumur hidup susah. Sedangkan bila pezina itu sudah berkeluarga, maka hukuman semestinya adalah hukuman mati. Lalu kita dibiarkan lepas, bebas. Maka sesungguhnya kita sudah dianggap mati. Gedebong pisang. dan ini sama saja engga dianggep kita ini hidup oleh Allah.

- Doa rizki haram? Mutusin silaturahim? Ninggal shalat sunnah? Wuih, banyak banget. Kiranya, karena Allah itu Maha Pengampun lah kita benar-benar masih beroleh hidup dan masih diberi-Nya karunia. Salah satu karunia terbesar adalah diberi-Nya kita pengampunan dan kesempatan untuk memohon ampun dan mengejar keburukan dengan kebaikan-kebaikan.

Dan sebagai salam akhir, rasanya yang penting buat kita bukan lagi apakah hutang kita bisa selesai... apakah penyakit bisa sembuh, hajat kita bisa kecapai, masalah kita bisa selesai... Namun, yang lebih penting adalah apakah kita bisa diampuni Allah? Apakah kita bisa meninggal dalam keadaan husnul khaatimah? Apakah kita bisa menyelamatkan anak keturunan dan keluarga kita agar tidak seperti kita? Apakah kita bisa menasihati diri kita dengan pengalaman bertuhannya kita? Apakah kita bisa memberi nasihat orang-orang yang belum terjebak dosa seperti kita? Apakah kita bisa mengajak serta pendosa-pendosa serupa dengan kita untuk sama-sama bertaubat? Apakah kita mau mendekatkan diri dengan Allah? Apakah kita mau menghiasi hidup dengan amal saleh, mencoba sabar dan tidak mengeluh sedikitpun? Setelah itu, kita terima segala kesusahan sebagai bentuk Kasih Sayang-Nya Allah yang bisa menghabisi semua dosa kita dan keluarga kita di sisa umur kita. Sesungguhnya, tidak ada satupun mukmin dan mukminah yang tertimpa bala dan musibah, melainkan akan keluar jasadnya dalam keadaan bersih, Allah naikkan derajatnya, Allah ampunkan dosanya, dan Allah berikan kebaikan sebagai balasan keridhaannya menerima takdir-Nya.

Doa saya untuk semuanya. Segitu ngerinya hukuman di balik dosa-dosa kita, besarkan hati dengan Ampunan-Nya. Kalau manusia datang ke Allah dengan dosa sebesar gunung, maka Allah akan memberikan ampunan sebesar gunung juga. Jika datang dengan dosa seluas daratan, sedalam lautan, sebanyak butiran pasir di padang pasir, maka Allah pun akan memberikan ampunan sebesar itu pula. Bahkan masih bertambah-tambah lebih banyak lagi dengan Kasih Sayang-Nya. Mari semangat tuk benar-benar berubah dan memperbaiki diri dan ibadah kita.

Salam Yusuf Mansur

Read more...

SEMUANYA MILIK ALLAH

>> Thursday, October 1, 2009

Berkaitan dengan datangnya musibah gempa yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera, saya ingin menceritakan dialog antara Salma pengusaha yang sholehah dengan anak keduanya yang bernama Nida yang berumur 9 tahun.

Pada waktu Salma menyaksikan TV yang memberitakan gempa di Sumatera…
Nida anaknya bertanya :

”Bu...mengapa Allah jahat ya...?

”Mengapa Allah jahat nak ....? jawab Salma.

”Iya...Allah jahat...kan musibah-musibah di Indonesia Allah yang buat ...?
Allah memberi musibah terus-terusan kepada kita orang Indonesia yang mayoritas Muslim. Kenapa begitu sih Bu?” Demikian pikir Nida.

Salma menghampiri anaknya dan menjawab :
”Nak...Allah tidak jahat, justru Allah sayang sama kita...”

Nida memotong ...”Kok sayang malah memberi musibah?”

” Iya nak... kita hidup di DUNIA ini hanya SEMENTARA dan menjadi UJIAN saja buat kita.”

”AKHIRATlah SEBENAR-BENARNYA KEHIDUPAN...disana kita akan hidup KEKAL selama-lamanya”

”Allah telah menciptakan bumi yang terhampar luas dan langit yang tak terbatas...
beserta semua isinya....SEMUANYA UNTUK MANUSIA Sayang...”

”Jadi SEMUANYA MILIK ALLAH...dan dipersembahkan untuk Kita sayang...”

”Dan Allah berbuat kepada kita sesuai kehendak-Nya....ada yang dimatikan dengan sakit, kecelakaan atau dengan musibah banjir, tsunami, atau gempa...”

”Mereka semua akan dihitung sesuai dengan amal ibadahnya....jadi kalau pas meninggal di dalam KHUSNUL KHOTIMAH maka BERBAHAGIALAH dia."


”Buat yang selamat dari musibah akan menjadi ujian kesabaran mereka”

”Buat yang tidak terkena musibah akan menjadi ujian.... apakah kita peduli kepada mereka.... dan menjadi ladang amal kita”

”Dan agar kita ingat bahwa Allah berhak mengambil dan berbuat sesuai kehendak-Nya terhadap apa yang dimiliki-Nya”

”Karena SEMUANYA adalah MILIK ALLAH”

”Agar kita MENGAKUI ITU.... dan BERSYUKUR atas nikmat-nikmat Allah yang lain...”

”Agar kita bisa KEMBALI ke jalan yang benar...ke jalan Allah”

”Agar kita selamat di KEHIDUPAN yang SEBENARNYA...”

”Agar kita sadar bahwa DUNIA ini memang SEMENTARA...”

”Dan agar kita sadar bahwa KIAMAT bisa datang kapan saja...dan itu PASTI datangnya..”

”Dan Allah telah membuat aturan SEBAB AKIBAT kepada alam semesta ini...itulah yang disebut SUNNATULLAH ”

”Jadi sebenarnya KERUSAKAN ini merupakan AKIBAT ...”

”Dan PERBUATAN TANGAN MANUSIA merupakan SEBAB...”

Allah berfirman dalam Al Quran yang artinya:

” Telah nampak KERUSAKAN di darat dan di laut DISEBABKAN karena PERBUATAN TANGAN MANUSIA, supaya Allah MERASAKAN kepada mereka sebahagian dari AKIBAT perbuatan mereka, agar mereka KEMBALI (ke jalan yang benar).” (QS 30:41).

”Dan sungguh akan Kami berikan COBAAN kepadamu, dengan SEDIKIT KETAKUTAN, KELAPARAN, KEKURANGAN HARTA, JIWA dan BUAH-BUAHAN.
Dan berikanlah KABAR GEMBIRA kepada orang-orang yang SABAR,
Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun" (Sesungguhnya KAMI MILIK ALLAH dan sesungguhnya kepada-Nya DIKEMBALIKAN).
Mereka itulah yang mendapat KEBERKATAN yang SEMPURNA dan RAHMAT dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang MENDAPAT PETUNJUK. (QS 2:155-157)

Read more...

Total Pageviews

  © Free Blogger Templates Skyblue by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP